Pelajaran Mengarang dari Panyingkul!


Ringkasan ini adalah hasil diskusi Kelas Pelajaran Mengarang yang berlangsung Sabtu 1 Desember, dari portal citizen journalism panyingkul! — siapa tahu ada yang memerlukan.

1. Diskusi pertama membahas potensi 12 orang yang ikut dalam pelajaran mengarang angkatan pertama. Mereka semua adalah profesional yang bisa menggali ide tulisan dari pekerjan sehari-hari, punya intelektualitas yang memadai untuk menjadi seorang penulis, hidup cukup mapan dan memiliki fasilitas pendukung, sehingga diasumsikan memiliki waktu dan sumber daya untuk mengembangkan minat menulis.

2. Beberapa di antara peserta memiliki kemampuan menulis dalam bahasa Inggris, sehingga saya menantang menjawab peluang menembus media internasional. Peluang ini sangat terbuka lebar. Dandy mencoba di Ohmynews International –portal citizen Journalism terbesar di dunia– dan berhasil menjadi pelecut teman-teman lainnya.

3. Pilihlah tema yang bisa menjadi fokus kekuatan, misalnya Dg Nuntung dengan isu pesisir dan pemulihan Aceh pasca tsunami, punya “senjata” luar biasa untuk menjadi penulis. Lagi-lagi Dandy dengan bahan2 dari desa bisa menjadi contoh yang baik, untuk menembus media besar dengan tema-tema yang original. Sekadar catatan, banyak penulis yang berlomba masuk Ohmynews (syukur-syukur bisa menjadi headline) karena editor media2 terkenal di dunia, mencari penulis di portal New Media yang tingkat kunjungan mencapai 1 juta hits per hari itu.

4. Menjadi penulis di era internet seperti sekarang ini semakin mudah, karena untuk membentuk jaringan internasional dan menjajakan tulisan ke outlet media negara mana saja menjadi makin mudah. Untuk melakukan riset media, dan seterusnya pun Anda bisa melakukannya dengan internet. Tinggal apakah Anda mau serius mengembangkan diri menjadi penulis dan sadar akan potensi internet yang sudah menjadi bagian hidup Anda. Mau naik kelas atau tidak? Selanjutnya, tentu perlu berdisiplin dan memasang target.

5. Pelajari karakter media yang menjadi sasaran Anda mengirimkan tulisan. Saya selalu mengibaratkan penulis adalah tukang jahit yang ke toko baju. Ia tidak sekadar melihat dan membeli baju, tapi memperlajari potongannya, polanya, pemilihan bahan, dan modelnya. Bila bercita-cita menulis di Kompas, pelajari peluang apa yang ada, dan syarat2 dasarnya. Di Kompas ada halaman opini yang sangat ketat persaingannya (tulisan dimuat di Kompas memang bergengsi, jumlah penulis Makassar yang tembus Kompas, masih bisa dihitung jari) Apa boleh buat, terlepas dari segala kritikan, Kompas tetap menjadi arena pertarungan intelektual secara terbuka, yang paling bergengsi di tanah air. Opini Kompas tidak pernah lebih dari 750 kata. Kata redaktur opini Kompas, nasib seorang penulis di Kompas ditentukan oleh : Judul, 2 paragraf pertama tulisannya untuk mengetahui apakah tulisan itu akan dimuat atau ditolak.

6. Ada halaman lain Kompas yang membuka peluang, yakni rubrik fokus, humaniora, pendidikan dan kompas Minggu yang menjadi incaran para penulis. Di sini, persaingan tidak begitu ketat. Karena Kompas sangat  mengedepankan pendidikan, maka opini khas mengenai pendidikan mendapat peluang lebih besar di halaman humaniora, selain tentunya ruang terbuka yang tersedia di rubrik seni budaya, rubrik perjalanan kompas Minggu. Swara (perempuan), rubrik khusus, desain, tata kota, metropolitan juga memberi ruang feature/artikel kiriman warga.

7. Semakin tebalnya halaman media cetak membuat peluang para penulis makin besar. Halaman sisipan Republika (rubrik2 khas) selalu membutuhkan tulisan. Sayangnya Republika tidak memiliki sistem keredaksian serapi Kompas, sehingga nasib tulisan kita tidak ketahuan setelah dikirimkan.

8.Karena sistem keredaksian media luar negeri yang lebih rapi, tidak sedikit penulis Indonesia memanfaatkan peluang menulis di media luar negeri. Nasib tulisan lebih jelas, redaktur/editor menjalin komunikasi yang baik, kita juga makin tertantang untuk meningkatkan bahasa Inggris, dan tentu saja dari segi honor jauh lebih besar dibanding menulis di media tanah air.

9. Bila serius menulis untuk media massa, targetkan untuk melahirkan satu tulisan dalam satu bulan. Inventaris tema yang menjadi minat dan juga kekuatan Anda. Menulis dan membaca tentunya satu paket. Saya anjurkan perluas jenis bacaan. Telisiklah model/pola.struktur penulis kesayangan Anda, dan temukan bahwa tulisan yang bagus punya satu kesamaan: menyampaikan suatu gagasan dengan baik dan meyakinkan.

10, Selamat menulis. Minggu depan kita ketemu dengan hasil rangkuman diskusi Kelas pelajaran mengarang selanjutnya.

Advertisements

~ by thalibanspirit on 01/15/2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: