The Fuckin’ Side Job


Hari ini adalah hari ketiga. Aku mulai terbiasa dengan apa yang harus kulakukan hingga dua bulan ke depan. Aku tak lagi sungkan kepada anggota tim lainnya, dan sudah menelurkan beberapa gagasan yang ternyata banyak digunakan dalam pekerjaan ini.

Pekerjaan ini mengharuskanku mampu mengelola isu lokal untuk dijadikan ‘weapon’ bagi orang-orang yang dianggap ‘musuh’, membuat news-countering dan mencitrakan klienku menjadi lebih baik. Intinya, aku harus mengatur lalu lintas berita di beberapa media massa di kotaku, hingga memberi kesan kepada masyarakat bahwa klienku adalah ‘malaa’ikat’ dan kompetitornya adalah ‘syoiton’. (ha ha ha…)

Aku memang tidak terlalu asing dengan proyek yang aku tangani kali ini. Pekerjaan ini, sedikit banyaknya berhubungan dengan pengalaman yang sudah aku miliki sebagai mantan jurnalis-khilaf. Hingga boleh dikata, aku tak menemui banyak kendala dan langsung bisa melakukan penetrasi total dalam deskripsi tanggungjawabku.

Meski begitu, aku tetap perlu belajar dari kawan-kawan lain se-tim. Aku tidak boleh bersikap sok teu dalam hal ini. Aku pikir, ini adalah kesempatan besar bagiku untuk belajar melakukan suatu hal yang baru untukku. Aku bisa mendapatkan ilmu baru. Pengalaman baru. Kenalan baru. Dan tentu saja, business link baru! (ha ha ha…)

Apalagi, pekerjaan ini hanya aku lakukan dari sore hingga dini hari. Sehingga, tidak akan menganggu operasional bisnisku yang kujalankan pada pagi hari.

***

Berawal di siang hari Rabu lalu. Seorang kawanku, mantan jurnalis di sebuah stasiun radio di Jakarta, tiba-tiba menelponku. Ia meminta kesediaanku bergabung di sebuah tim yang dikomandaninya. Tim itu adalah tim media centre salah satu pasangan kandidat Walikota-Wakil Walikota Makassar.

Aku tak tahu apa pertimbangannya merekrutku. Ia cuma mengatakan, “Aku butuh isi otakmu untuk membuat timku solid dan bekerja efisien namun efektif.” Banyak penjelasan yang kemudian meluncur dari mulutnya setelah itu.

Tapi sungguh, aku tidak peduli dengan apapun argumentasinya tentangku. Karena aku lebih tertarik dengan sebuah kalimatnya yang menyebut fee atas proyek itu. Jumlahnya, luar biasa.

Dan aku pun tak mengacuhkan kebencianku pada dunia politik dan orang-orang yang terlibat di situ. Karena sekali lagi, pekerjaan ini adalah the fucking side-job yang ber-fee gede’! (ha ha ha…)

Advertisements

~ by thalibanspirit on 09/07/2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: